Senin, 21 Januari 2008

Mobil Pintar

Kamis, 17 januari 2008 20:20 WIB

KOMPAS - Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Semarang akan meluncurkan mobil pintar untuk pertama kalinya di Jawa Tengah. Tidak hanya meminjamkan buku, mobil ini juga membawa pendongeng dan peralatan audio visual untuk memutar film ilmu pengetahuan.

Peluncuran perdana akan dilakukan di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada 16 Febuari 2008. Selanjutnya, mobil itu akan berkeliling ke beberapa kecamatan di Kota Semarang, khususnya wilayah terpencil.

Peluncuran mobil pintar ini dilatarbelakangi usaha untuk menumbuhkan minat baca anak-anak dan masyarakat umum yang berada di wilayah terpencil. “Warga di wilayah terpencil biasanya kesulitan untuk memperoleh buku bacaan. Mereka harus pergi ke kota untuk bisa memperoleh buku-buku itu, padahal, rata-rata mereka adalah warga kurang mampu,” kata Kepala Seksi Perpustakaan dan Referensi pada Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Semarang Supriyadi, Kamis (17/1).

Pada setiap mobilitasnya, mobil pintar akan diikuti dua mobil perpustakaan keliling. Terdapat delapan kru pada mobil pintar, selain sopir dan teknisi kendaraan, lainnya adalah lima tutor (pendongeng) dan operator komputer.

“Lima tutor itu yang akan bertugas mendongeng untuk anak-anak, melayani peminjaman buku, dan mendampingi permainan bagi anak-anak,” ujar Supriyadi.

Menurut Supriyadi, mobil pintar memiliki konsep yang berbeda dengan mobil perpustakaan keliling. Jika perpustakaan keliling hanya meminjamkan buku, mobil pintar juga mengadakan game (permainan) anak-anak, dongeng, pemutaran film ilmu pengetahuan, dan pengenalan komputer.

“Pada setiap titik tujuan, mobil pintar akan beroperasi selama tiga atau empat hari. Titik-titik tersebut harus dekat dengan sekolah. Selain itu, wilayah yang dikunjungi harus bisa diakses oleh kendaraan roda empat,” jelas Supriyadi.

Hingga saat ini, persiapan peluncuran mobil pintar pada tahap pelatihan kru. Pelatihan tersebut di antaranya adalah cara mengoperasikan lap top (komputer jinjing) dan peralatan audio visual, pelatihan permainan anak-anak, dan cara melayani peminjaman buku.

Khusus bagi tutor, ada pelatihan mendongeng dengan menggunakan alat peraga. Tutor-tutor itu adalah para mahasiswa di Kota Semarang yang berhasil lolos seleksi tutor pada awal Januari lalu. “Status mereka sebagai free lance (pekerja lepas) yang dibayar 100.000 rupiah per harinya selama mobil pintar beroperasi,” ungkap Surpiyadi.

Saat ini, Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Semarang baru memiliki satu buah mobil pintar. Menurut Supriyadi, ada kemungkinan akan ditambah beberapa unit lagi jika masyarakat merespon baik.

KAPAN YA, MOBIL PINTAR MELUNCUR DI JALAN RAYA SUMBAR?
JAWAB: KAPAN-KAPAN

Tidak ada komentar: