Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2008

Iseng2 Ganti Nama

Teringat sebuah pernyataan klasik Shakespeare “Apalah arti sebuah nama.” Saya kira Shakespeare tidak menafikan pentingnya sebuah nama tapi ingin menegaskan nama atau identitas apa pun yang dilekatkan kepada seseorang takkan lebih diingat daripada tindakan-tindakan orang tersebut. Ambil contoh mungkin orang akan lebih suka memanggil Si Anu dengan Si Dermawan karena tindakan-tindakan dermawannya. Sebaliknya orang mungkin akan menyebut Si Ciluah (licik) kepada orang bernama Dermawan karena tindakan-tindakannya yang memang licik. Bisa jadi pernyataan Shakespeare ini adalah sebuah otokritik bagi kita semua untuk menjaga nama baik kita.


Tapi dalam kehidupan yang bersama ini, kadang panggilan baru muncul dengan tanpa kesengajaan. Seperti pengalamanku waktu di bangku kuliahan dulu. Tiba-tiba saja panggilanku berubah dari “Chalid” menjadi “Uncu”, merupakan gelar yang diberikan mahasiwa baru tahun 2002. Padahal gelar Uncu di Minangkabau adalah panggilan untuk anak paling bungsu dalam keluarga yang sangat bertolak belakang dengan statusku yang merupakan sulung dari empat bersaudara. Mungkin gelar ini diberikan karena aku kelihatan imut dan kecil dibandingkan mahasiswa BP. 2000. Begitu pula teman-teman yang lain, ada yang dipanggil “Gapuak” karena memang agak gendut, “Kari” karena berambut keriting, “Dayak” karena tidak punya kampung, “Borju” entah dasarnya dari mana?, dsb.


Trus, apa hubungannya ya dengan tabel di atas?


Wah, jangan salah mengira bahwa tabel di atas bukanlah tabel unsur kimia lho !


Cuma sekadar hiburan buat kawan-kawan yang belum punya sebutan lain atau pengen punya identitas lain untuk online atau untuk sebuah nama pena.


Tabel translasi kanji (bahasa/ tulisaan Jepang) kiriman seorang temanku di atas mudah-mudahan dapat membantu.


Panggilanku sehari-hari : CHA-LID-BEST


Sekarang punya panggilan baru menjadi : Mirika Takite Tukuarichi


Silahkan panggil saya TAKITE atau TUKUARICHI


Mantap bukan ?


Jadi tidak perlu repot-repot cari ilham di kuburan kalo hanya untuk buat Nama Pena atau ID e-mail.


Catatan : Pastikan dulu dengan kamus bahasa Jepang arti dari masing-masing kata tsb. Demi baik anda juga, he…



Jumat, 04 Januari 2008

Wisudawan Jangan seperti Katak dalam TOGA !!!



Buat : Wisudawan/wati

Jangan seperti Katak dalam TOGA

Jadi, sampai kapan kita mau terus berpuas diri? Seperti katak dalam toga. Kita kira kepala sudah menyundul langit, padahal yang dikira langit cuma selebar toga. Sampai suatu saat ada orang yang menendang topi hitam tersebut dan si katak (hopefully bukan kita) sadar kalo toga bukanlah langit.

Beruntung kalo cuma ditendang orang sehingga si katak sadar. Kalo digilas biskota? Gak sempat lihat langit deh. Sampai mati tetap beranggapan toga tadi = langit.

Ok, mau sampai kapan santai terus? Mudah-mudahan tidak sampai semua emas, minyak, hutan Indonesia dihabiskan orang asing (penjajah dengan gaya baru) sehingga kita tinggal punya utang dan tetap ngutang untuk nutupin hutang. Jadi Sobat-sobat semua mari berkarya, berinofasi, dan berkontribusi buat komunitas, umat, dan bangsa. Yakin Usaha Sampai.

Referensi Gambar: http://iwantyourbloodyjob.blogspot.com/